Jumat, 21 September 2012


Hukum melaksanakan ibadah Akikah adalah sunat Muakkad bagi setiap keluarga yang dikurniakan cahaya mata oleh Allah swt sebagai tanda kesyukuran.Ini dapat digambarkan dengan hadis-hadis Rasulullah saw yang mensyariatkan ibadah tersebut seperti :
"Bersama bayi yang lahir itu Aqiqah, maka kerna itu mengalirkanlah darah (sembelihan) untuknya, dan jauhkan baginya segala kesakitan (godaan syaitan). (Riwayat Al-Bukhari)
“Setiap anak perlu dipajakkan (terhutang) dengan aqiqah, disembelih untuknya pada hari ketujuh umurnya, dan diberi nama dan dicukur rambut kepalanya” ( Riwayat Ashabus Sunan )
Maka , jika dilihat kepada 2 hadis di atas , jelas kepada kita semua betapa dituntutnya dalam Islam untuk dilaksanakan ibadah Aqiqah. Ibadah korban yang disyaratkan akan kemampuan untuk melaksanakannya , sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra :
Barang siapa yang mempunyai kemampuan (untuk berkorban) , tetapi tidak mahu berkorban , maka janganlah ia mendekati tempat solatku”(HR Ahmad : 8256 , Ibn Majah : 3123 , al-hakim : 4/231)

Hadis di atas jelas meletakkan “kemampuan” sebagai syarat bagi seseorang yang ingin melaksanakan ibadah korban.Maka , berdasarkan kepada hujah dan pendapat di atas , dapatlah disimpukan bahwa melakukan atau mendahulukan ibadah akikah adalah yang dituntut dalam Islam.

Ummu Maryam, S.KM
Aqiqah Tangerang Raya

0 komentar:

Posting Komentar