Kamis, 15 Desember 2011

Aqiqah Tangerang

Alhamdulillah kini telah hadir family Aqiqah. Melayani kebutuhan Aqiqah untuk anda masyarakat tangerang,banten dan jabodetabek. Dengan Antar dan Potong gratis,Family Aqiqah Tangerang Ingin menjadi Solusi Aqiqah Keluarga Anda. Kami Juga menyediakan nasi box dengan paket paket yang kami telah sediakan.Dan Nasi Box Sesuai dengan permintaan Anda.Paket Aqiqah yang kami Berikan hanya spesial untuk Anda:)
Inysa Allah kambing yang kami jual Insya Allah sudah masuk dalam kategori sesuai yang dianjurkan oleh agama Islam dan sehat.
Untuk pemesanan, kami anjurkan minimal dua hari sebelum anda melaksanakan acara Aqiqah, sudah menghubungi nomor diatas. Karena kami juga tidak bisa dadakan dalam melayani kebutuhan anda seputar Aqiqah jika waktunya mepet.Family Aqiqah Tangerang Saat Ini Fokus melayani Tangerang Raya: Aqiqah Untuk Cikupa, Aqiqah Untuk Serpong, Aqiqah Untuk Daerah Ciledug,Aqiqah Untuk Daerah Bintaro
Kelebihan layanan Aqiqah yang kami berikan:
  • Antar & Potong Kambing gratis (untuk Tangeran Raya)
  • Bonus buku Aqiqah 50 exp
  • Pesanan melalui Telepon atau Website ini
  • Pembayaran setelah barang sampai / via transfer bank
  • Penyaluran bekerjasama dengan Panti Asuhan & Lembaga Sosial
  • Menu masakan variatif (tergantung permintaan)
  • Menerima pesanan nasi box mulai harga @ Rp 10.000 
  • Harga Bersaing
 Berikut Detail Harga Kambing dan Nasi Box nya
*untuk menu nasi box dan harganya bisa di sesuaikan dengan pesanan Anda
Type Harga Biaya Masak/Ekor Total Jumlah Sate Porsi Gule(Porsi)
A 500.000 200.000 700.000 250 40
B 600.000 200.000 800.000 300 50
C 700.000 200.000 900.000 350 50
D 800.000 200.000 1000.000 400 60
E 900.000 200.000 1.100.000 450 80
F 1 000.000 200.000 1.200.000 500 90
G 1 200.000 250.000 1.450.000 550 100
H 1.500.000 300.000 1.800.000 650 120
Menu
Type Harga Menu
Type A Rp.10.000 Nasi Putih,Kentang Ati,Tumis Buncis,Krupuk,Buah,Tisu, Sendok
Type B Rp.12.000 Nasi Putih,Kentang Ati,Tumis Buncis,Krupuk,Telur,Buah,Tisu, Sendok
Type C Rp.15.000 Nasi Putih,Kentang Ati,Tumis Buncis,Ayam Panggang,Air Minum,Krupuk,Buah,Tisu, Sendok
Type D Rp.20.000 Nasi Putih,Kentang Ati,Tumis Buncis,Rendang,Air Minum,Krupuk,Buah,Tisu, Sendok

SMS Center/Call Center

021 950 89675


aqiqah tangerang

Minggu, 25 September 2011

kambing kurban

kambing qurban

harga kambing kurban

harga qurban

-Menajamkan Pisau Dan Memperlakukan Binatang Kurban Dengan Baik
-Menjauhkan Pisaunya Dari Pandangan Binatang Kurban
-Menghadapkan Binatang Kurban Kearah Kiblat ….
Berqurban Menurut Sunnah Nabi
Beberapa ulama menyatakan bahwa berkurban itu lebih utama daripada sedekah yang nilainya sepadan. Bahkan lebih utama daripada membeli daging yang seharga atau bahkan yang lebih mahal dari harga binatang kurban tersebut kemudian daging tersebut disedekahkan. Sebab, tujuan yang terpenting dari berkurban itu adalah taqarrub kepada Allah melalui penyembelihan. (Asy Syarhul Mumti’ 7/521 dan Tuhfatul Maulud hal. 65)
Hukum Berkurban
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berkurban, ada yang berpendapat wajib dan ada pula yang berpendapat sunnah mu’akkadah. Namun mereka sepakat bahwa amalan mulia ini memang disyariatkan. (Hasyiyah Asy Syarhul Mumti’ 7/519). Sehingga tak sepantasnya bagi seorang muslim yang mampu untuk meninggalkannya, karena amalan ini banyak mengandung unsur penghambaan diri kepada Allah, taqarrub, syiar kemuliaan Islam dan manfaat besar lainnya.
Berkurban Lebih Utama Daripada Sedekah
kambing kurban,kurban kambing,kambing qurban,qurban kambing,harga qurban,harga kambing kurban,harga kambing qurban,kambing kurban 2011,harga hewan qurban,kambing qurban 2011,harga kambing kurban 2011,jual kambing kurban,jual kambing kurban 2010,harga kambing aqiqah 2011
Beberapa ulama menyatakan bahwa berkurban itu lebih utama daripada sedekah yang nilainya sepadan. Bahkan lebih utama daripada membeli daging yang seharga atau bahkan yang lebih mahal dari harga binatang kurban tersebut kemudian daging tersebut disedekahkan. Sebab, tujuan yang terpenting dari berkurban itu adalah taqarrub kepada Allah melalui penyembelihan. (Asy Syarhul Mumti’ 7/521 dan Tuhfatul Maulud hal. 65)
Perihal Binatang Kurban
a. Harus Dari Binatang Ternak
Binatang ternak tersebut berupa unta, sapi, kambing ataupun domba. Hal ini sebagaimana firman Allah (artinya):
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka.” (Al Hajj: 34)
Jika seseorang menyembelih binatang selain itu -walaupun harganya lebih mahal- maka tidak diperbolehkan. (Asy Syarhul Mumti’ 7/ 477 dan Al Majmu’ 8/222)
b. Harus Mencapai Usia Musinnah dan Jadza’ah
Hal ini didasarkan sabda Nabi :
لاَ تَذْبَحُوْا إِلاَّ مُسِنَّةً إِلاَّ أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوْا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ
Janganlah kalian menyembelih kecuali setelah mencapai usia musinnah (usia yang cukup bagi unta, sapi dan kambing untuk disembelih, pen). Namun apabila kalian mengalami kesulitan, maka sembelihlah binatang yang telah mencapai usia jadza’ah (usia yang cukup, pen) dari domba.” (H.R. Muslim)
Oleh karena tidak ada ketentuan syar’i tentang batasan usia tersebut maka terjadilah perselisihan di kalangan para ulama. Akan tetapi pendapat yang paling banyak dipilih dan dikenal di kalangan mereka adalah: unta berusia 5 tahun, sapi berusia 2 tahun, kambing berusia 1 tahun dan domba berusia 6 bulan. Pendapat ini dipilih oleh Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah di dalam Asy Syarhul Mumti’ 7/ 460.
c. Tidak Cacat
Klasifikasi cacat sebagaimana disebutkan Nabi dalam sabdanya:
أَرْبَعٌ لاَتَجُوْزُ فِيْ اْلأَضَاحِي: اَلْعَوْرَاءُ اَلْبَيِّنُ عَوْرُهاَ وَاْلمَرِيْضَةُ اَلْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَاْلعَرْجَاءُ اَلْبَيِّنُ ضِلْعُهَا وَاْلكَسِيْرُ -وَفِي لَفْظٍ- اَلْعَجْفَاءُ اَلَّتِي لاَ تُنْقِيْ
Empat bentuk cacat yang tidak boleh ada pada binatang kurban: buta sebelah yang jelas butanya, sakit yang jelas sakitnya, pincang yang jelas pincangnya dan kurus yang tidak bersumsum.” (H.R. Abu Dawud dan selainnya dengan sanad shahih)
Lantas, diantara para ulama memberikan kesimpulan sebagai berikut:
o Kategori cacat (didalam As Sunnah) yang tidak boleh ada pada binatang kurban adalah empat bentuk tadi. Kemudian dikiaskan kepadanya, cacat yang semisal atau yang lebih parah dari empat bentuk tersebut.
o Kategori cacat yang hukumnya makruh seperti terbakar atau robek telinga dan patah tanduk yang lebih dari setengah.
o Adapun cacat yang tidak teriwayatkan tentang larangannya -walaupun mengurangi kesempurnaan- maka ini masih diperbolehkan. (Asy Syarhul Mumti’ 7/476-477 dan selainnya)
Walaupun kategori yang ketiga ini diperbolehkan, namun sepantasnya bagi seorang muslim memperhatikan firman Allah (artinya):
“Kalian tidak akan meraih kebaikan sampai kalian menginfakkan apa-apa yang kalian cintai.” (Ali Imran : 92)
d. Jenis Binatang Apa Yang Paling Utama?
Para ulama berbeda pendapat tentang jenis binatang yang paling utama untuk dijadikan kurban. Hal ini disebabkan tidak adanya dalil yang shahih dan jelas yang menentukan jenis binatang yang paling utama, wallahu a’lam. Asy Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi rahimahullah tidak menguatkan salah satu pendapat para ulama yang beliau sebutkan dalam kitab Adwa’ul Bayan 5/435, karena nampaknya masing-masing mereka memiliki alasan yang cukup kuat.
Hanya saja seseorang yang mau berkurban hendaknya memberikan yang terbaik dari apa yang dia mampu dan tidak meremehkan perkara ini. Allah mengingatkan (artinya):
Wahai orang-orang yang beriman, berinfaklah dengan sebagian yang baik dari usaha kalian dan sebagian yang Kami tumbuhkan di bumi ini untuk kalian. Janganlah kalian memilih yang buruk lalu kalian infakkan padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.” (Al Baqarah: 267)
Jumlah Binatang Kurban
a. Satu Kambing Mewakili Kurban Sekeluarga
Abu Ayyub Al Anshari Radhiallahu’anhu menuturkan: “Dahulu ada seseorang dimasa Rasulullah menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya.” (H.R. At Tirmidzi dan selainnya dengan sanad shahih)
b. Satu Unta Atau Sapi Mewakili Kurban Tujuh Orang Dan Keluarganya
Hal ini dikemukakan Jabir bin Abdillah: “Kami dulu bersama Rasulullah pernah menyembelih seekor unta gemuk untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang pula pada tahun Al Hudaibiyyah.” (H.R. Muslim)
Waktu Penyembelihan
a. Awal Waktu
Yaitu setelah penyembelihan kurban yang dilakukan oleh imam (penguasa) kaum muslimin ditanah lapang. (H.R. Muslim). Apabila imam tidak melaksanakannya maka setelah ditunaikannya shalat ied. (Muttafaqun ‘alaihi)
b. Akhir waktu
Para ulama berbeda pendapat tentang akhir penyembelihan kurban. Ada yang berpendapat dua hari setelah ied, tiga hari setelah ied tersebut, hari ied itu sendiri (tentunya setelah tengelamnya matahari) dan hari akhir bulan Dzulhijjah. Perbedaan pendapat ini berlangsung seiring tidak adanya keterangan shahih dan jelas dari Nabi tentang batas akhir penyembelihan. Namun tampaknya dua pendapat pertama tadi cukuplah kuat. Wallahu a’lam.
Sunnah Yang Dilupakan
o Bagi orang yang hendak berkurban, tidak diperkenankan baginya untuk mengambil (mencukur) segala rambut/bulu, kuku dan kulit yang terdapat pada tubuhnya (orang yang berkurban tersebut, pen) setelah memasuki tanggal 1 Dzulhijjah sampai disembelih binatang kurbannya, sebagaimana hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan oleh Muslim. Namun bila sebagian rambut/bulu, kulit dan kuku cukup mengganggu, maka boleh untuk mengambilnya sebagaimana keterangan Asy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Asy Syarhul Mumti’ 7/ 532.
o Diantara sunnah yang dilupakan bahkan diasingkan mayoritas kaum muslimin adalah pelaksanaan kurban di tanah lapang setelah shalat ied oleh imam (penguasa) kaum muslimin. Wallahul musta’an. Padahal Rasulullah menunaikan amalan agung ini. Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhu berkata: “Dahulu Rasulullah menyembelih binatang kurban di Mushalla (tanah lapang untuk shalat ied, pen).” (H.R. Bukhari). Dan tidaklah Rasulullah melakukan sesuatu kecuali pasti mengandung manfaat yang besar.
Tata Cara Penyembelihan
a. Menajamkan Pisau Dan Memperlakukan Binatang Kurban Dengan Baik
Rasulullah bersabda (artinya): “Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik pula. Hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan (tidak menyiksa) sesembelihannya.” (H.R. Muslim)
b. Menjauhkan Pisaunya Dari Pandangan Binatang Kurban
Cara ini seperti yang diceritakan Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya didekat leher seekor kambing, sedangkan dia menajamkan pisaunya. Binatang itu pun melirik kepadanya. Lalu beliau bersabda (artinya): “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini (sebelum dibaringkan, pen)?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (H.R. Ath Thabrani dengan sanad shahih)
c. Menghadapkan Binatang Kurban Kearah Kiblat
Sebagaimana hal ini pernah dilakukan Ibnu Umar Radhiallahu’anhu dengan sanad yang shahih.
d. Tata Cara Menyembelih Unta, Sapi, Kambing Atau Domba
Apabila sesembelihannya berupa unta, maka hendaknya kaki kiri depannya diikat sehingga dia berdiri dengan tiga kaki. Namun bila tidak mampu maka boleh dibaringkan dan diikat. Setelah itu antara pangkal leher dengan dada ditusuk dengan tombak, pisau, pedang atau apa saja yang dapat mengalirkan darahnya.
Sedangkan bila sesembelihannya berupa sapi, kambing atau domba maka dibaringkan pada sisi kirinya, kemudian penyembelih meletakkan kakinya pada bagian kanan leher binatang tersebut. Seiring dengan itu dia memegang kepalanya dan membiarkan keempat kakinya bergerak lalu menyembelihnya pada bagian atas dari leher. (Asy Syarhul Mumti’ 7/478-480 dengan beberapa tambahan)
e. Berdoa Sebelum Menyembelih
Lafadz doa tersebut adalah:
- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ
Dengan nama Allah dan Allah itu Maha Besar.” (H.R. Muslim)
- بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ
Dengan nama Allah dan Allah itu Maha Besar, Ya Allah ini adalah dari-Mu dan untuk-Mu.” (H.R. Abu Dawud dengan sanad shahih)
Tidak Memberi Upah Sedikitpun Kepada Penyembelih Dari Binatang Sembelihannya
Larangan ini dipaparkan Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu: “Aku pernah diperintah Rasulullah untuk mengurus kurban-kurban beliau dan membagikan apa yang kurban itu pakai (pelana dan sejenisnya pen) serta kulitnya. Dan aku juga diperintah untuk tidak memberi sesuatu apapun dari kurban tersebut (sebagai upah) kepada penyembelihnya. Kemudian beliau mengatakan: “Kami yang akan memberinya dari apa yang ada pada kami.” (Mutafaqun ‘alaihi)
Boleh Memanfaatkan Sesuatu Dari Binatang Kurban
Diperbolehkan untuk memanfaatkan sesuatu dari binatang tersebut seperti kulit untuk sepatu, tas, tanduk untuk perhiasan dan lain sebagainya. Hal ini didasarkan hadits Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhu tadi.
Tidak Boleh Menjual Sesuatupun Dari Binatang Kurban
Larangan ini berlaku untuk seorang yang berkurban, dikarenakan menjual sesuatu dari kurban tersebut keadaannya seperti mengambil kembali sesuatu yang telah disedekahkan, yang memang dilarang Rasulullah . Beliau bersabda (artinya):
Permisalan seseorang yang mengambil kembali sedekahnya seperti anjing yang muntah kemudian menjilatinya lalu menelannya.” (H.R. Muslim dan Al Bukhari dengan lafadz yang hampir sama)
Disyariatkan Pemilik Kurban Memakan Daging Kurbannya
Diantara dalil yang mendasari perbuatan ini secara mutlak (tanpa ada batasan waktu) adalah firman Allah (yang artinya):
Maka makanlah daging-daging binatang tersebut dan berilah makan kepada orang fakir.” (Al Hajj : 28)
Demikian juga sabda Nabi (yang artinya):
Makanlah kalian, berilah makan (baik sebagai sedekah kepada fakir atau hadiah kepada orang kaya) dan simpanlah (untuk kalian sendiri).” (H.R. Bukhari)
Adapun ketentuan jumlah yang dimakan, diinfaqkan maupun yang disimpan maka tidak ada dalil yang sah tentang hal itu. Wallahu a’lam. Hanya saja, alangkah mulianya apa yang pernah dikerjakan Rasulullah ketika beliau hanya mengambil sebagian saja dari kurban sebanyak 100 unta. (H.R. Muslim)
Mutiara Hadits Shahih
Hadits Abu Qatadah Al Anshari :
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ اْلمَاضِيَةَ وَاْلبَاقِيَةَ
Bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang puasa Arafah (9 Dzulhijjah). Maka beliau menjawab: “Menghapus dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.” (H.R. Muslim)
Dikutip dari http://assalafy.org/al-ilmu.php?tahun3=34 Penulis: Buletin A-Ilmu Jember Judul: Berqurban Menurut Sunnah

kambing kurban,kurban kambing,kambing qurban,qurban kambing,harga qurban,harga kambing kurban,harga kambing qurban,kambing kurban 2011,harga hewan qurban,kambing qurban 2011,harga kambing kurban 2011,jual kambing kurban,jual kambing kurban 2010,harga kambing aqiqah 2011

Sabtu, 24 September 2011

kambing kurban

kambing qurban

harga kambing kurban

harga qurban


Kambing yang sehat berpenampilan menawan, gerakan lincah, mata awas dan jernih, nafsu makan tinggi, volume makan banyak dan berselera, kulit kenyal dan padat, bulu badan halus dan rata, pernapasan teratur, dan pembuangan kotorannya normal. Selain itu, kambing potong yang berdaging baik memiliki ciri-ciri lainnya sebagai berikut:
  • Badan dan telinga panjang. Karakteristik ini biasanya memiliki daging yang padat dan gemuk.
  • kambing kurban,kurban kambing,kambing qurban,qurban kambing,harga qurban,harga kambing kurban,harga kambing qurban,kambing kurban 2011,harga hewan qurban,kambing qurban 2011,harga kambing kurban 2011,jual kambing kurban,jual kambing kurban 2010,harga kambing aqiqah 2011
  • Bila pada punggung terdapat bagian yang menonjol saat dipegang (tidak sampai menyentuh tulang), Kambing  tersebut benar-benar memiliki banyak daging. Bila dipegang di punggung ternyata menyentuh tulang maka bisa dikatakan kambing tersebut kurus.
  • Bila gigi susu sudah ganti dengan gigi besar (poel) minimal sebanyak dua gigi, berarti kambing tersebut telah memenuhi syarat untuk dipotong karena umurnya sudah diatas satu tahun.
  • Kondisi tubuh sehat, lincah, badan bersih, dan tidak terdapat kotoran yang melekat pada bulu, terutama bulu dubur.
  • Hanya kambing sehat yang layak dijual dan dipotong. Oleh sebab itu, sebelum kambing disembelih, baiknya diperiksa kesehatannya lebih dulu oleh dokter hewan. Pemeriksaan diperlukan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari daging kepada orang yang mengonsumsinya.
    Khusus untuk Hewan Kambing yang akan disembelih harus jantan, berumur 1-3 tahun, sehat, tidak cacat (buta, sumbing, rusak atau sobek telinga), gagah, buah zakar normal (dua kantung zakar sama besarnya), aktif, nafsu kawinnya besar, kondisi prima, serta tidak berada dalam keadaan lelah atau lapar.
    Sumber : Buku Penggemukan Kambing Potong
     
kambing kurban,kurban kambing,kambing qurban,qurban kambing,harga qurban,harga kambing kurban,harga kambing qurban,kambing kurban 2011,harga hewan qurban,kambing qurban 2011,harga kambing kurban 2011,jual kambing kurban,jual kambing kurban 2010,harga kambing aqiqah 2011

Senin, 19 September 2011

Oleh
Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar

Kurban memiliki beberapa syarat yang tidak sah kecuali jika telah memenuhinya, yaitu.

[1]. Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.

[2]. Telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa jaza’ah (berusia setengah tahun) dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.
a. Ats-Tsaniy dari unta adalah yang telah sempurna berusia lima tahun

b. Ats-Tsaniy dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun

c. Ats-Tsaniy dari kambing adalah yang telah sempurna berusia setahun

d. Al-Jadza’ adalah yang telah sempurna berusia enam bulan

[3]. Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
a. Buta sebelah yang jelas/tampak
b. Sakit yang jelas.
c. Pincang yang jelas
d. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang
Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua tangan dan kakinya putus, ataupun lumpuh.
[4]. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berkurban dengannya. Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.
[5]. Tidak ada hubungan dengan hakl orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya di bagi.
[6]. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat. Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah
[Lihat Bidaayatul Mujtahid (I/450), Al-Mugni (VIII/637) dan setelahnya, Badaa’I’ush Shana’i (VI/2833) dan Al-Muhalla (VIII/30).

HEWAN KURBAN YANG UTAMA DAN YANG DIMAKRUHKAN
Yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi. Jika penyembelihannya dengan sempurna, kemudian domba, kemudian kambing biasa, kemudian sepertujuh unta, kemudian sepertujuh sapi.

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hean yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak. Hal ini sudah dikenal oleh ahli yang berpengalaman dalam bidang ini. Di antaranya.



a. Gemuk

b. Dagingnya banyak


c. Bentuk fisiknya sempurna

d. Bentuknya bagus

e. Harganya mahal



Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah.



[1]. Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.

[2]. Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya putting susunya terputus-

[3]. Gila

[4]. Kehilangan gigi (ompong)


[5]. Tidak bertanduk dan tanduknya patah



Ahli fiqih Rahimahullah juga telah memakruhkan Al-Adbhaa’ (hewan yang hilang lebih dari separuh telinga atau tanduknya), Al-Muqaabalah (putus ujung telinganya), Al-Mudaabirah (putus dari bagian belakang telinga), Asy-Syarqa’ (telinganya sobek oleh besi pembuat tanda pada binatang), Al-Kharqaa (sobek telinganya), Al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), Al-Batraa (yang tidak memiliki ekor), Al-Musyayya’ah (yang lemah) dan Al-Mushfarah [1]



[Disalin dari kitab Ahkaamul Iidain wa Asyri Dzil Hijjah, Edisi Indonesia Lebaran Menurut Sunnah Yang Shahih, Penulis Dr Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar, Penerjemah Kholid Syamhudi Lc, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
sumber :almanhaj.or.id

Jumat, 26 Agustus 2011

HARGA UPDATE Sept 2012

 kambing kurban

Yuk BerQurban !
Menjual dan (Siap) menyalurkan Hewan Qurban Anda!

Hadits Zaid ibn Arqam, ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu? Rasulullah menjawab: Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim. Mereka menjawab: Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu? Rasulullah menjawab: Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan. Mereka menjawab: Kalau bulu-bulunya? Rasulullah menjawab: Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” HR. Ahmad dan ibn Majah

Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1433 H/2012 M yang akan berlangsung pada bulan Nopember 2012, kami FAMILY QURBAN menjual kambing dan sapi untuk Qurban.

Hewan Qurban yang kami tawarkan:
  • Harga Murah dan Bersaing, jika dibandingkan dengan harga pasaran.
  • Berkualitas, hewan qurban dipelihara oleh peternak yang berpengalaman.
  • Sehat bersertifikat, setiap hewan qurban telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Peternakan dan memiliki Surat Keterangan Sehat sehingga layak untuk dikonsumsi.
  • Pengantaran Langsung dan GRATIS untuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.*
  • Pembayaran sangat fleksibel, di transfer atau terima Hewan Terima Uang.
  • Dapat Bekerja sama dengan DKM untuk pengadaan Hewan Kurban
  • Siap menyalurkan ke daerah bencana, miskin, kampung pemulung, dan rawan pangan/gizi buruk seperti di Mauk, lebak, pandeglang, magelang, Yogya, NTT, Sidoarjo dll.

DAFTAR HARGA
update Per tanggal 5 sept 2012

NO
GRADE
KISARAN BERAT (KG)
HARGA (Rp)
1
Super
36 - 40
2.100.000
2
A
31 - 35
1.900.000
3
B
27 - 30
1.500.000
4
C
23 - 26
1.200.000
5
D
20 - 22
1.000.000
6
E
17 - 19
900.000
Daftar Harga Sapi
NO
GRADE
KISARAN BERAT (KG)
HARGA (Rp)
1
A
471-500
17.000.000
2
B
451-470
16.250.000
3
C
431-450
15.750.000
4
D
401-430
15.000.000
5
E
371-400
14.500.000
6
F
351-370
13.500.000
7
G
321-350
12.750.000
8
H
301-320
11.750.000
9
I
281-300
11.000.000
10
J
251-280
10.500.000
11
K
230-250
9.750.000

harga kambing kurban

Harga akan terus berubah, Anda Dapat Membeli sekarang harga sesuai dengan tercantum di atas.dan mengambil pada saat hari raya idul Adha. Hanyaa dengan biaya perawatan Rp.3000/hari
>harga kambing kurban 2011,kambing kurban di tangerang, harga kambing kurban tangerang, kambing kurban tangerang, harga kambing di tangerang,kambing kurban di jakarta, harga kambing kurban jakarta, kambing kurban jakarta, harga kambing di jakarta
Bagi pembeli yang ingin melihat hewan kurban tersebut, nanti bisa datang langsung ke :
Kandang 1: Desa Bunder Rt 13/02 Kec Cikupa Kabupaten Tangerang
Kandang 2: Kp Curug Kabupaten Tangerang
Kandang 3: Sumur Batu Bantargebang Bekasi

Kantor FAMILYQURBAN
Villa Ilhami Cluster Arafah, Jl arafah X Blok H 3/ 27 Islamic Village Tangerang

Pemesanan & Informasi Lebih Lanjut:
Fast Respon
081218599954
021 96078566--
PIN BB:2820C59F
 wahyu_aktual@yahoo.com
    kambing kurban,kurban kambing,kambing qurban,qurban kambing,harga qurban,harga kambing kurban,harga kambing qurban,kambing kurban 2011,harga hewan qurban,kambing qurban 2011,harga kambing kurban 2011